Monday, August 5, 2019

Laporan Rewending Motor Induksi 1 Fasa


LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM PP PERALATAN LISTRIK




          Nama                    : Cici Handesri Mahesa
          NIM                      : 1620403001
          Mata Kuliah        : Rewinding Motor
          Program Studi     : Teknologi Listrik
         Jurusan                :Teknik Elektro
         Semester               : VI ( Genap)






KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
TAHUN 2019











LEMBAR PENGESAHAN

Judul                           : 1. Rewinding Motor 1 Phasa
                                      2. Teori Rewinding Motor 3 Phasa
Nama                           : Cici Handesri Mahesa
NIM                            : 1620403001
Kelompok                   : 2
Anggota                      : 1. Rizka Amalia
                                      2. Dipo Rizky Amrullah
                                      3. Rifqi Surhaza
                                      4. Fahmil Alaina
                                      5. Safrizal
Kelas                           : 3A
Prodi                           : Teknologi Listrik
Jurusan                        : Teknik Elektro
Semester                      : VI (Genap)

                                                                              Buketrata, 10 Juni 2019

Dosen Pembimbing                                                      Praktikan
                                                                                    



Rudi Syahputra, ST, M.Eng                                       Cici Handesri Mahesa
NIP. 19750414 1999031 001                                     NIM. 1620403001








LEMBAR PENGESAHAN
          2.1 Motor Induksi 1 Fasa
3.     DIAGRAM PENGAWATAN MOTOR INDUKSI 1 FASA 24 ALUR
3.1  Pengawatan Bentang Belitan
4.     ALAT DAN BAHAN
5.    LANGKAH KERJA










            1.      Mampu menggambar rangkaian pengawatan gulungan motor induksi 1 phasa 24 alur.
            2.      Mampu menggulung ulang belitan running dan starting motor induksi 1 phasa 24 alur.
            3.      Mampu memasang dan menghubungkan kembali belitan running dan starting motor induksi                1 phasa 24 alur sesuai dengan gambar rangkaian.
            4.      Mampu mengoperasikan motor induksi 1 phasa.
      
       2.      DASAR TEORI
       2.1  Motor Induksi 1 Fasa
Motor induksi 1-fasa biasanya tersedia dengan daya kurang dari 1 HP dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dengan aplikasi yang sederhana, seperti kipas angin motor pompa dan lain sebagainya. Didasarkan pada cara kerjanya, maka motor ini dapat dikelompokan sebagai berikut :
         1.      Motor fase belah/fase bagi (split phase motor)
         2.      Motor kapasitor (capacitor motor)
a.       Kapasitor start (capacitor start motor)
b.      Kapasitor start-kapasitor jalan (capacitor start-capacitor run motor)
c.       Kapasitor jalan (capacitor run motor)
         3.      Motor kutub bayangan (shaded pole motor)
Penjelasan dari jenis-jenis motor ini dijabarkan sebagai berikut di bawah ini.
                  1.      Motor Fase Belah / Fase Bagi
Motor fase belah mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang tersambung paralel dan mempunyai perbedaan fasa antara keduanya mendekati 90° listrik. Gambaran konstruksi dan bentuk rangkaian sederhana pemasangan kumparannya diperlihatkan pada Gambar 2.1 berikut ini.








Gambar 2.1 Bentuk konstruksi dan hubungan kumparan motor induksi fasa
                       belah

Gambar 2.1a memperlihatkan letak kumparan utama dan kumparan bantu yang diatur berjarak 90° listrik, dan gambar 2.1b memperlihatkan hubungan kumparan utama dan kumparan bantu dalam rangkaiannya dan gambar 2.1c memperlihatkan hubungan arus dan tegangan yang terjadi pada kumparan motor induksi fasa belah. Di dalam prakteknya diusahakan antara arus kumparan bantu dan kumparan utamanya berbeda fasa mendekati 90° listrik. Dengan cara ini maka kumparan motor menjadi seolah-olah seperti motor induksi dua fase yang akan dapat menghasilkan medan magnet yang seolah-olah berputar sehingga motor induksi ini dapat berputar sendiri (self starting).
Pada motor fase boleh, “kumparan utama” mempunyai tahanan murni rendah dan reaktansi tinggi, sebaliknya “kumparan bantu” mempunyai tahanan murni yang tinggi tetapi reaktansinya rendah. Tahanan murni kumparan bantu dapat dipertinggi dengan menambah R yang disambung secara seri dengannya (disebut motor resistor) atau dengan menggunakan kumparan kawat yang diameternya sangat kecil. Bila pada kumparan bantu diberi kapasitor, maka motor ini disebut motor kapasitor (capacitor motor). Motor fase belah ini biasanya sering disebut motor resistor saja, sedangkan untuk motor kapasitor jarang disebut sebagai motor fase belah karena walaupun prinsipnya adalah membagi dua fasa tetapi nilai perbedaan fasanya hampir mendekati 90° , sehingga kerjanya mirip dengan motor induksi 2-fasa dan umum disebut sebagai motor kapasitor saja. Untuk memutuskan arus, kumparan Bantu dilengkapi dengan saklar pemutus ‘S’ yang dihubungkan seri terhadap kumparan bantu. Alat ini secara otomatis akan memutuskan setelah motor mencapai kecepatan 75% dari kecepatan penuh. Pada motor fase belah yang dilengkapi saklar pemutus kumparan bantu biasanya yang dipakai adalah saklar sentrifugal. Khusus untuk penerapan motor fase belah ini pada lemari es biasanya digunakan rele.
                                                   
                  2.      Motor Kapasitor
Sebagaimana bentuk fisik motor ini diperlihatkan pada Gambar 2.2 berikut ini. Motor kapasitor merupakan bagian dari motor fasa belah, namun yang membedakan kedua motor tersebut adalah pada saat kondisi start motor. Motor kapasitor ini menggunakan kapasitor pada saat startnya yang dipasang secara seri terhadap kumparan bantu. Motor kapasitor ini umumnya digunakan pada kipas angin, kompresor pada kulkas (lemari es), motor pompa air.


Gambar 2.2 Bentuk fisik motor kapasitor
Berdasarkan penggunaan kapasitor pada motor kapasitor, maka motor kapasitor ini dapat dibagi dalam hal sebagai berikut di bawah ini.
             a.      Motor kapasitor start (capacitor start motor)
Pada motor kapasitor, pergeseran fase antara arus kumparan utama (Iu) dan arus kumparan bantu (Ib) didapatkan dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang seri terhadap kumparan bantunya seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.3 berikut ini.

Gambar 2.3 Bagan rangkaian motor kapasitor dan diagram vektor Iu dan Ib
Kapasitor yang digunakan pada umumnya adalah kapasior elektrolik yang pemasangannya tidak permanen pada motor (sebagai bagian yang dapat dipisahkan). Kapasitor start direncanakan khususnya untuk waktu pemakaian yang singkat, sekitar 3 detik, dan tiap jam hanya 20 kali pemakaian. Bila saat start dan setelah putaran motor mencapai 75% dari kecepatan penuh, saklar sentrifugal (CS) otomatis akan terbuka untuk memutuskan kapasitor dari rangkaian, sehingga yang tinggal selanjutnya hanya kumparan utama saja.. Pada sebahagian motor ini ada yang menggunaan rele sebagai saklar sentifugalnya. Ada 2 bentuk pemasangan rele yang biasa digunakan yaitu penggunaan rele arus dan rele tegangan seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5.

Gambar 2.4 Bentuk penggunaan rele arus dalam rangkaian
Arus start yang dihasilkan pada gambar 4.4 cukup besar sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele sanggup untuk menarik kontak NO (normally open) menjadi menutup (berhubungan), setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya, maka arus motor sudah turun menjadi kecil kontak NO yang terhubung tadi terlepas kembali karena medan magnet yang dihasilkan tidak sanggup untuk menarik kontak NO sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.

Gambar 2.5 Bentuk penggunaan rele tegangan dalam rangkaian

Tegangan awal saat start yang dihasilkan pada rele gambar 4.5 masih kecil sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele tidak sanggup untuk menarik kontak NC (normally close) menjadi terbuka (memisah), setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya, maka tegangan pada rele sudah naik menjadi normal sehingga kontak NC yang terlepas tadi terhubung karena medan magnet yang dihasilkan rele sanggup untuk menarik kontak NC menjadi terbuka sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian. Disamping itu, penggunaan kapasitor start pada motor kapasitor dapat divariasikan misalnya dengan tegangan tegangan ganda seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.6
Gambar 2.6 Motor kapasitor start tegangan ganda, putaran satu arah.
Untuk penggunaan tegangan rendah pada gambar 2.6, kumparan utama I dan kumparan utama II diparalel dengan cara terminal 1 dikopel dengan 3, terminal 2 dikopel dengan 4, kemudian terminal 1 dan 2 diberikan untuk sumber tegangan. Untuk tegangan tingginya, kumparan utama I dan kumparan utama II dihubungkan secara seri, kemudian terminal 1 dikopel dengan 4 dan terminal 3 dan 2 untuk sumber tegangan.
               b.      Motor kapasitor start dan jalan (capacitor start-capacitor run motor)
Pada dasarnya motor ini sama dengan capasitor start motor, hanya saja pada motor jenis ini kumparan bantunya mempunyai 2 macam kapasitor dan salah satu kapasitornya selalu dihubungkan dengan sumber tegangan (tanpa saklar otomatis). Motor ini menggunakan nilai kapasitansi yang berbeda untuk kondisi start dan jalan. Dalam susunan pensaklaran yang biasa, kapasitor start yang seri dengan saklar start dihubungkan secara paralel dengan kapasitor jalan dan kapasitor yang diparalelkan itu diserikan dengan kumparan bantu.
Penggunaan kapasitor start dan jalan yang terpisah memungkinkan perancangan motor memilih ukuran optimum masing-masing, yang menghasilkan kopel start yang sangat baik dan prestasi jalan yang baik. Tipe kapasitor yang digunakan pada motor kapasitor ini adalah tipe elektrolit dan tipe berisi minyak. Rancangan motor ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan motor satu fasa yang lebih besar dimana khususnya diperlukan untuk kopel start yang tinggi. Keuntungan dari motor jenis ini adalah :
       1.      Mempertinggi kemampuan motor dari beban lebih.
       2.      Memperbesar cos ϕ (faktor daya).
       3.      Memperbesar torsi start.
       4.      Motor bekerja lebih baik (putaran motor halus).
Motor jenis ini bekerja dengan menggunakan kapasitor dengan nilai yang tinggi (besar) pada saat startnya, dan setelah rotor berputar mencapai kecepatan 75% dari kecepatan nominalnya, maka kapasitor startnya dilepas dan selanjutnya motor bekerja dengan menggunakan kapasitor jalan dengan nilai kapasitor yang lebih rendah (kapasitas kecil) agar motor dapat bekerja dengan lebih baik. Bentuk gambaran motor jenis ini diperlihatkan pada gambar 2.7. Pertukaran harga kapasitor dapat dicapai dengan dua cara sebagai berikut:
     a.       Dengan menggunakan dua kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada rangkaian bantu, kemudian setelah saklar otomatis bekerja maka hanya sebuah kapasitor yang terhubung secara seri dengan kumparan bantu (gambar 2.7a)
      b.      Dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang secara paralel dengan ototransformator step up (gambar 2.7b).

Gambar 2.7 Cara mendapatkan pertukaran harga kapasitor
      3.      Motor kapasitor jalan (capacitor run motor).
Motor ini mempunyai kumparan bantu yang disambung secara seri dengan sebuah kapasitor yang terpasang secara permanen pada rangkaian motor. Kapasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor, baik pada waktu start maupun jalan, sehingga motor ini tidak memerlukan saklar otomatis. Oleh karena kapasitor yang digunakan tersebut selalu dipakai baik pada waktu start maupun pada waktu jalan maka harus digunakan kapasitor yang memenuhi syarat tersebut yaitu kapasitor yang berjenis kondensator minyak, atau kondensator kertas minyak. Pada umumnya kapasitor yang digunakan berkisar antara 2 sampai 20 µF. Bentuk hubungannya kapasitor pada rangkaian motor diperlihatkan pada Gambar 2.8 dengan jenis dua arah putaran, dan pada Gambar 2.9 dengan jenis 2 variasi kecepatan yang berbeda.

Gambar 2.8 Motor kapasitor jalan yang bekerja dengan 2 arah putaran
                     (maju dan mudur) dengan kumparan utama sama dengan
                           kumparan bantu.


Gambar 2.9 Motor kapasitor jalan dengan 2 variasi kecepatan.

Pada Gambar 2.8, waktu putaran kanan, kumparan A diseri dengan kapasitor dan kumparan B bertindak sebagai kumparan utama, sedangkan pada waktu putaran kiri, kumparan B diseri dengan kapasitor dan berfungsi sebagai kumparan bantu, sehingga kumparan A sekarang berfungsi sebagai kumparan utama. Selanjutnya pada Gambar 2.9 diperlihatkan contoh penerapan motor kapasitor jalan yang dapat diatur kecepatannya yang biasa diterapkan pada kipas angin.

                 4.      Motor Kutup Bayangan
Motor kutub bayangan (Shaded pole) ini menggunakan kutup magnet stator yang dibelah dan diberi cincin pada bagian kutup yang kecil yang disebut kutup bayangan, dan sisi kutup yang besar disebut kutub pokok (Un shaded pole) dengan rotor yang biasa digunakan adalah rotor sangkar tupai seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.10 Motor kutub bayangan ini biasanya diterapkan untuk kapasitas yang kecil dan sering dijumpai pada motor-motor kipas angin yang kecil.

Gambar 2.10 Kutub utama dan kutub bayangan motor kutub bayangan

Gambar 2.11 Bentuk fisik motor kutup bayangan

Gambar 2.10b menunjukkan sebuah kutub dari motor kutub bayangan, kira-kira 1/3 dari kutub diberi alur yang selanjutnya dilingkari (diberi cincin) dengan satu lilitan hubung singkat (CU Coil) dan dikenal dengan kumparan bayangan (shading coil). Kutub yang diberi cincin ini dikenal dengan nama kutub bayangan, dan bagian lainnya yang besar dikenal dengan kutup bukan bayangan (Un shaded pole). Medan putar yang dihasilkan pada motor jenis ini adalah karena adanya induksi pada cincin hubung singkat yang terdapat pada kutub bayangan yang berasal dari pengaruhi induksi magnet pada kutup yang lainya, sehingga motor ini menghasilkan fluks magnet yang berputar. Contoh bentuk fisik motor kutup bayangan diperlihatkan pada Gambar 2.11
Dibawah ini pada gambar 2.12 diperlihatkan gambar perbandingan karakteristik motor motor induksi satu fasa sesusai dari cara kerjanya.

Gambar 2.12 Kurva perbandingan karakteristik motor motor induksi 1- fasa
      
                   5.      Medan Putar pada Motor induksi 1-fasa
Motor Induksi satu phasa berbeda cara kerjanya dengan motor induksi tiga phasa. Pada motor induksi tiga phasa, kumparan stator mempunyai tiga belitan yang sedemikian berbeda fasa 1200 listrik. Perbedaan ini akan menghasilkan medan putar pada stator yang dapat memutar rotor.. Pada motor induksi 1-phasa hanya memiliki dua belitan / kumparan stator, yaitu kumparan utama (belitan U1- U2) dan kumparan bantu (belitan Z1-Z2), seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.13
Kumparan utama pada motor induksi 1-fasa ini menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan kumparan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding impedansi kumparan utama. Arus kumparan bantu dan arus kumparan bantu akan berbeda phasa sebesar φ, karena perbedaan besarnya impedansi kedua motor. Perbedaan fasa arus ini akan menghasilkan torsi pada motor yang dapat memutar rotor motor induksi 1-fasa. Bila rotor telah berputar, maka kumparan motor dapat diaktifkan hanya satu saja yaitu kumparan utama saja. Jika diinginkan dengan kinerja motor yang lebih, maka dapat dirancang untuk mengaktifkan kedua kumparan saat start dan saat jalan, seperti yang diterapkan pada motor kapasitor. Gambaran bentuk perbedaan fasa antara arus kumparan bantu dan kumparan utama diperlihatkan pada Gambar 2.14 berikut ini.

Gambar 2.13 Bentuk hubungan sederhana belitan / kumparan pada motor
                           induksi 1-fasa


Gambar 2.14 Gelombang arus kumparan bantu dan kumparan utama

 3.      DIAGRAM PENGAWATAN MOTOR INDUKSI 1 FASA 24 ALUR
3.1  Pengawatan Bentang Belitan

Gambar 3.1 Diagram bentang belitan running dan starting

            Dari gambar 3.1 dapat terlihat pengawatan bentang belitan dari running dan starting motor induksi 1 Fasa 24 alur. Pengawatan yang berwarna merah merupakan belitan dari running dengan kebel keluaran a dan b. Sedangkan pengawatan yang berwarna hitam merupakan bentang belitan dari starting yang kabel keluarannya yaitu c dan d. Jumlah semua kumparan ada 5, dan dari 5 kumpran itu berbeda jumlah lilitannya. Terhitung dari kumparan paling dalam dihitung kumparan 1, 2, 3, 4 dan 5. Jumlah lilitan setiap kumparan yaitu :
1-12     = 52 lilitan
2-11     = 108 lilitan
3-10     = 107 lilitan
4-9       = 47 lilitan
4-8       = 44 lilitan

Gambar 3.2 Rangkaian Motor Induksi 1 Fasa
            Pada gambar 3.2 terlihat rangkaian dari motor induksi satu fasa yang terdiri dari kumparan running, kumparan starting, kapasitor, dan sumber tegangan AC (Alternating Current).

4.      ALAT DAN BAHAN

Paku                                                                            20 buah
Kawat email (coil) ukuran 3,0 mm2                             secukupnya
Kawat email (coil) ukuran 3,5 mm2                             secukupnya
Sisir                                                                             1 buah
Benang jagung                                                              secukupnya
Selongsong (±5 cm)                                                    20 buah
Prespan putih                                                               24 buah
Prespan kertas                                                             2 buah
Timah                                                                          secukupnya
Papan                                                                           1 buah
Kapasitor 6 μF                                                             1 buah
Kabel NYAF   (±20 CM)                                            4 buah
Solder                                                                          1 buah
Rol                                                                               1 buah
Gunting                                                                       1 buah
Lakban kertas                                                              secukupnya
Tang potong                                                                1 buah
Tang kombinasi                                                           1 buah
Tang buaya                                                                  1 buah
Palu                                                                             1 buah
Motor induksi 1 fasa 24 alur                                       1 buah
Tang Ampere                                                               1 buah
  
                   5.      LANGKAH KERJA
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Ambil data yang diperlukan, seperti nameplate motor, rangkaian belitan, dan ukuran dari kabel yang akan diguanakan.
3.      Sesuaikan jumlah alur dengan gambar rangkaian yang akan dipasang.
4.      Membuat ukuran pertama dengan cara membuat ukuran cetakan langsung pada alur motor.
5.      Memasang paku sesuai dengan ukuran pertama yang sudah diukur.
6.      Memasang selongsong pada paku agar tidak terjadi luka (kebocoran) pada kawat coil.

Gambar 5.1 selongsong yang sudah dipasang pada paku
7.      Mulai melilit dengan patokan jumlah lilitan yang ada pada keterangan Gambar 3.1.
1-12 = 52 lilitan
2-11  = 108 lilitan
3-10  = 107 lilitan
4-9    = 47 lilitan
5-8    = 44 lilitan
8.      Masukkan presspan kedalam semua alur yang akan diisi oleh kumparan.

Gambar 5.2 Alur Pada Rotor yang Sudah Dipasangi Selongsong
9.      Setelah selesai melilit kumparan Running (kawat coil 3,5 mm2) dan kumparan starting (kawat coil 3,0 mm2), kemudian masukkan kumparan running terlebih dahulu kedalam alur motor sesuai dengan nomor alur pada Gambar 3.1. yang ditandai dengan warna merah, baru kemudian masukkan kumparan starting sesuai dengan nomor alur pada keterangan Gambar 3.1. yang ditandai dengan warna hitam.

Gambar 5.3 Kumparan Running dan Starting yang Sudah Dililit Ulang
10.  Setelah seluruh kumparan dipasang kedalam alur dan sudah dirapikan menggunakan sisir, lakukan penyambungan sesuai dengan Gambar 3.1. kawat coil running (merah) dihubungkan menggunakan timah, dan kawat coil starting (hitam) dihubungkan dengan timah.

Gambar 5.4 Pemasangan Kumparan kedalam Alur
Gambar 5.5 Kurmparan Running yang Sudah dimasukkan kedalam Alur
11.  Agar tidak terjadi kekeliruan, gunakan multimeter untuk mengecek apakah kumparan sudah tersambung dengan baik.
12.  Setelah menyambung kumparan running dan menyambung kumparan starting. Lakukan pengikatan agar terlihat rapi menggunakan benang jagung dan gunakan kertas presspan sebagai pemisah antara kumparan running dan kumparan starting.
13.  Kemudian tentukan 4 keluaran a-b-c-d dari penyambungan sebelumnya agar dapat dihubingkan seperti gambar 3.2
14.  Keluaran a-b-c-d dihubungkan dengan kabel lebih kurang 20 cm .

Gambar 5.6 Penyambungan kabel dengan kumparan running dan starting

15.  Setelah dihubungkan seperti gambar langkah kerja 13, kemudian cek kembali hubungan kumparan dengan multimeter.
16.  Setelah dilakukan pengecekan, kemudian lakukan pengukuran tahanan isolasi antar kumparan dan antara kumparan dengan body motor menggunakan multimeter. Catat hasil pengukuran yang didapat untuk dilampirkan pada laporan praktikum.
17.  Setelah dilakukan pengukuran tahanan isolasi, apabila tidak terjadi kebocoran, maka pasang stator motor dan hubungkan dengan kapasitor dan sumber tegangan AC sesuai dengan gambar 3.2.
18.  Setelah dirangkai, kemudian hidupkan motor, apabila motor dapat berputar (berfungsi dengan baik), maka rewinding yang dilakukan berhasil.
19.  Pembuatan laporan


Dengan Nameplate Motor sebagai berikut :

Gambar 6.1 Nameplate motor induksi 1 fasa 24 alur
Tabel 6.1 Keterangan Nameplate Motor Induksi 1 Fasa 24 Alur
No
Besaran
Nilai
1
Merek
SAN-EI
2
Tegangan
220 V
3
Frequensi
50 Hz
4
Daya Keluaran
125 Watt
5
Kapasitas
36 liter/min
6
RPM
2850
7
Diameter Running
3,5 mm2
8
Diameter Starting
3,0 mm2

Didapatkan hasil pengukuran dan hasil pengujian sebagai berikut :

Tabel 6.2 Nilai Tahanan Isolasi Motor Induksi 1 Fasa 24 Alur
No
Jenis Tahanan
Nilai Tahanan (Ω)
1
Tahanan Isolasi Kumparan Running
33,5
2
Tahanan Isolasi Kumparan Starting
45
3
Tahanan Isolasi Kumparan dengan Body


Tabel 6.3 Nilai Arus Motor Induksi 1 Fasa 24 Alur
No
Jenis Arus
Nilai Arus (A)
1
Arus Start Motor
3,1
2
Arus Kumparan Running
1,1
3
Arus Kumparan Starting
1,1


Gambar 6.2 Pengujian Motor Induksi 1 Fasa
7.      ANALISIS
Setalah melakukan praktikum rewinding, dilakukan pengukuran dan pengujian motor induksi 1 fasa dengan julah alur yaitu 24 alur, hasil dari pengukuran dapat dilihat pada tabel 6.1 dan tabel 6.2.
Dari hasil pengukuran tahanan isolasi dapat  terlihat bahwa tahanan isolasi antara body motor dengan kumparan sangatlah baik dengan hasil yaitu tak terhingga Ω, nilai tahanan isolasi kumparan running lebih kecil dari pada nilai tahanan isolasi kumparan starting, hal tersebut dapat terjadi karena :
Keterangan : R            = Tahanan isolasi (Ω)
                      L            = Panjang Kabel (m)
                      A           = Luas penampang kabel (mm2)
                  = Rho, (hambatan jenis, Cu = 0,0175)
Dari persamaan diatas dapat kita analisa bahwa :
Kumparan Starting nilainya lebih besar dari pada kumparan running karena nilai luas penampang (A) kumparan starting lebih kecil dari pada kumpaan running yaitu sebesar 3,00 mm2 untuk kumparan starting dan 3,5 mm2 untuk kumparan running.
Dan dengan tahanan isolasi yang bagus akan membuat motor lebih aman karena tidak akan terjadi kebocoran arus.
Untuk nilai Arus dapat dicari dengan rumus In =  
Maka In =  = 0,7 A
Sedangkan Arus Start (Is) yang didapat berdasarkan pengukuran adalah 3,1 Ampere. Maka nilai kejutan awal start motor yaitu sebesar :
 =    = 4,4
Berdasarkan perhitungan didapatkan bahwa arus start sebesar 4 kali arus nominal motor.

8.      KESIMPULAN
       Setelah melakukan praktikum mengenai rewinding motor induksi 1 fasa 24 alur dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan rewinding ulang membutuhkan konsentrasi, focus dan kesabaran yan tinggi. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan seperti kebocoran isolasi yang dapat mengakibatkan kebocoran arus dan hal tersebut sangat berbahaya. Nilai tahanan isolasi suatu kumparan akan lebih besar apabila luas penampangnya lebih kecil. 


*Semoga Bermanfaat dan Happy Learning :)


1 comment:

  1. terimakasih, penjelasannya cukup jelas di jelaskan didalamnya :)

    ReplyDelete